Information meminta peserta menjawab pertanyaan tentang fakta umum
Information—secara sederhana, tugas pengetahuan umum—meminta peserta menjawab secara lisan pertanyaan tentang fakta yang telah dipelajari, termasuk peristiwa, benda, tempat, dan tokoh. Peserta tidak diminta menemukan aturan baru dari pertanyaan, melainkan menunjukkan luasnya pengetahuan umum yang dapat digunakan.
Dalam WAIS-IV-ID, Information merupakan subtes inti Verbal Comprehension Index (VCI), bersama Vocabulary dan Similarities. Nama Inggris dan posisinya sebagai subtes inti dikonfirmasi dalam penelitian WAIS-IV-ID. “Pengetahuan umum” digunakan sebagai penjelasan isi tugas, bukan sebagai klaim atas nama resmi Bahasa Indonesia dalam manual.
Information melibatkan memperoleh, mempertahankan, dan mengingat kembali informasi
Jawaban yang benar terhadap pertanyaan pengetahuan umum memerlukan tiga proses.
- Memperoleh — menjumpai informasi dan mempelajarinya sebagai pengetahuan yang bermakna
- Mempertahankan — menyimpan pengetahuan tersebut dalam jangka panjang
- Mengingat kembali — mengambil pengetahuan yang sesuai dengan pertanyaan dan mengungkapkannya sebagai jawaban
Informasi yang pernah dijumpai tidak menghasilkan jawaban benar jika tidak dipertahankan, tidak dapat diingat saat ditanya, atau tidak dapat disampaikan sebagai jawaban. Ketiga proses ini bukan skor terpisah; hasil akhirnya dirangkum dalam satu skor Information.
Pendidikan, bacaan, dan minat membentuk cakupan pengetahuan
Pengetahuan umum tidak hanya berasal dari pendidikan formal. Bacaan, pekerjaan, hobi, berita, dan percakapan sehari-hari memperluas informasi yang ditemui selama bertahun-tahun. Banyaknya paparan terhadap teks melalui membaca juga berkaitan dengan luasnya pengetahuan umum.
Minat mengarahkan bidang informasi yang dicari, diperhatikan, dan diingat. Karena itu, seseorang dapat memiliki pengetahuan yang sangat mendalam dalam satu bidang khusus tetapi tidak memiliki cakupan yang sama luasnya pada fakta umum lintas bidang.
Apa yang dianggap sebagai pengetahuan umum bergantung pada bahasa, budaya, dan masa. WAIS-IV-ID tidak dibuat hanya dengan menerjemahkan kata per kata; proses pengembangannya mencakup pemilihan dan penyesuaian materi untuk konteks Indonesia. Tahap ini dijelaskan dalam penelitian pengembangan WAIS-IV-ID.
Arti skor Information yang tinggi atau rendah
Skor tinggi menunjukkan bahwa, dibandingkan kelompok usia yang sesuai, peserta dapat mempertahankan fakta umum dari berbagai bidang dan mengingatnya kembali sebagai jawaban yang tepat. Pengalaman belajar dan paparan informasi jangka panjang telah tersimpan sebagai pengetahuan yang dapat digunakan.
Skor rendah menunjukkan bahwa cakupan fakta umum yang berhasil diingat kembali dalam pemeriksaan lebih sempit dibandingkan kelompok acuan seusia. Untuk memahami latar belakangnya, periksa cakupan pendidikan dan bacaan, kesesuaian minat dengan materi yang ditanyakan, penyimpanan pengetahuan, kemampuan mengingat kembali saat ditanya, dan tahap menyampaikan jawaban secara lisan.
Setelah membaca skor terhadap kelompok usia, bandingkan Information dengan Vocabulary dan Similarities pada orang yang sama. Perbandingan ini menunjukkan apakah pengetahuan umum relatif lebih kuat atau lebih lemah daripada ketepatan kosakata dan penalaran abstrak verbal. Satu subtes tidak cukup untuk diagnosis; psikolog yang berkualifikasi menafsirkannya sebagai bagian dari keseluruhan asesmen. Urutan membaca hasil tersedia dalam cara membaca hasil WAIS.
Perbedaan Information, Vocabulary, dan Similarities
Ketiganya menggunakan pengetahuan bahasa dan makna yang telah dipelajari. Perbedaannya terletak pada bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk menjawab.
| Subtes | Jawaban yang diminta secara langsung | Proses utama |
|---|---|---|
| Information | Menjawab pertanyaan tentang fakta umum | Memperoleh, mempertahankan, dan mengingat kembali pengetahuan umum |
| Vocabulary | Menjelaskan arti satu kata | Mengingat kosakata, memahami makna dengan tepat, dan menyusunnya sebagai definisi verbal |
| Similarities | Menjelaskan persamaan antara dua kata | Membandingkan konsep, menemukan persamaan yang mendasar, dan melakukan penalaran abstrak verbal |
Jika Information lebih tinggi daripada Vocabulary, mengingat fakta umum dapat menjadi kekuatan relatif dibandingkan mendefinisikan arti satu kata secara tepat. Jika Information lebih tinggi daripada Similarities, mengingat pengetahuan yang telah dipelajari dapat lebih kuat daripada membandingkan dua konsep dan membentuk persamaannya.
BrainTypeIQ melihat ketepatan dan penggunaan pengetahuan melalui dua tugas bahasa
Di antara sembilan tugas BrainTypeIQ, Vocabulary Alpha dan Analogies digunakan untuk menilai inteligensi terkristalisasi (Gc). Keduanya tidak secara langsung mengukur luasnya pengetahuan umum, tetapi menilai ketepatan peserta dalam memahami pengetahuan bahasa yang telah dipelajari dan menggunakannya untuk menalar hubungan.
Vocabulary Alpha meminta peserta memilih kata dengan arti berlawanan dan membedakannya dari kata yang mirip atau sekadar berkaitan. Analogies meminta peserta menemukan hubungan pada pasangan kata contoh dan menerapkannya pada pasangan lain. Keduanya merupakan tugas BrainTypeIQ, bukan subtes Information, Vocabulary, atau Similarities WAIS-IV-ID, dan tidak menggantikan asesmen WAIS.