Block Design meminta peserta menyusun balok sesuai pola contoh
Block Design pada WAIS-IV-ID meminta peserta mereproduksi pola contoh menggunakan balok dengan sisi merah, putih, atau merah-putih. Peserta perlu menguraikan pola menjadi bagian sebesar sisi balok, menentukan sisi dan orientasi yang sesuai, lalu menempatkan setiap balok agar membentuk keseluruhan pola.
Dalam WAIS-IV-ID, Block Design merupakan subtes inti Perceptual Reasoning Index (PRI), bersama Matrix Reasoning dan Visual Puzzles.
Pola harus selesai disusun dengan benar untuk memperoleh poin. Pada sebagian item, penyelesaian yang lebih cepat juga mendapat poin bonus. Jika laporan memuat skor Block Design No Time Bonus, perbandingan dengan skor tanpa bonus ini membantu memisahkan ketepatan menyusun pola dari kecepatan menyelesaikannya.
Kemampuan yang tercermin dalam skor Block Design
Skor tinggi menunjukkan kekuatan dalam menguraikan contoh yang kompleks menjadi bagian yang dapat disusun, menentukan orientasi dan posisi balok, lalu mereproduksi keseluruhannya dengan tepat. Proses ini digunakan saat melihat gambar hasil akhir atau tata letak, menentukan pembagian bagiannya, dan menempatkan komponen agar hasilnya sesuai dengan contoh.
Skor rendah dapat muncul ketika peserta memahami keseluruhan pola tetapi sulit membaginya menjadi unit balok, memilih sisi atau orientasi yang keliru, salah menempatkan balok, atau membutuhkan waktu lama untuk membandingkan susunannya dengan contoh. Peserta mungkin memahami bentuknya dalam pikiran, tetapi memerlukan waktu untuk memutar dan menempatkan balok dengan tangan sehingga perolehan poin bonus berkurang.
Jika Block Design jauh lebih rendah daripada Visual Puzzles, menyusun benda nyata secara tepat mungkin lebih membebani daripada menggabungkan bentuk dalam pikiran. Cara membaca perbedaan ini bersama hasil lain dijelaskan dalam cara membaca hasil WAIS.
Perbedaan Block Design, Visual Puzzles, dan Matrix Reasoning
| Subtes | Hal yang diminta | Proses yang terutama terlibat | Menyusun dengan tangan |
|---|---|---|---|
| Block Design | Mereproduksi pola contoh dengan balok | Menguraikan pola, menentukan orientasi, dan menyusun bagian secara fisik | Ya |
| Visual Puzzles | Memilih bagian yang membentuk gambar utuh | Memutar dan menggabungkan bentuk dalam pikiran | Tidak |
| Matrix Reasoning | Memilih gambar yang melengkapi matriks atau deret | Menemukan aturan hubungan dan perubahan | Tidak |
Block Design dan Visual Puzzles sama-sama melibatkan hubungan antara bagian dan keseluruhan. Perbedaannya adalah apakah peserta menyusun benda secara fisik atau menggabungkannya dalam pikiran. Matrix Reasoning menuntut penemuan aturan baru, bukan reproduksi pola contoh.
Persamaan dan perbedaan dengan Melipat kertas BrainTypeIQ
Melipat kertas BrainTypeIQ juga melibatkan orientasi dan posisi bentuk dalam pemrosesan visuospasial (Gv).
Block Design meminta peserta mereproduksi pola yang tetap menggunakan balok nyata. Melipat kertas meminta peserta mengikuti perubahan bentuk dalam pikiran, lalu memilih posisi lubang ketika kertas dibuka kembali. Keduanya menggunakan informasi spasial, tetapi membedakan penyusunan fisik dari kemampuan mengikuti perubahan secara mental.