Mengapa tes IQ digunakan dalam asesmen gangguan perkembangan pada orang dewasa
WAIS-IV-ID adalah adaptasi Indonesia dari tes inteligensi WAIS-IV untuk orang dewasa. Dalam asesmen gangguan perkembangan, skor WAIS dibaca bersama kesulitan saat ini, riwayat sejak masa kanak-kanak, kondisi di rumah, sekolah, dan tempat kerja, serta hasil wawancara dan pengamatan perilaku. Kombinasi indeks sangat bervariasi antarindividu, sehingga pola skor saja tidak menentukan diagnosis.
Kombinasi kemampuan kognitif yang dapat dilihat melalui WAIS
WAIS-IV-ID menghasilkan FSIQ, yang menunjukkan tingkat kemampuan intelektual secara umum, serta empat indeks: pemahaman verbal, penalaran perseptual, memori kerja, dan kecepatan pemrosesan. Pada IQ keseluruhan yang sama, seseorang dengan empat indeks yang berdekatan dapat mengalami beban kerja dan keseharian yang berbeda dari seseorang dengan sebagian indeks tinggi dan sebagian lainnya rendah. Susunan tes dijelaskan dalam apa itu WAIS.
Misalnya, jika memori kerja lebih rendah daripada pemahaman verbal atau penalaran perseptual, seseorang mungkin memahami isi yang kompleks tetapi mudah kehilangan bagian instruksi saat harus mengingat beberapa instruksi lisan sambil bekerja. Jika kecepatan pemrosesan relatif rendah, lihat apakah ia mampu berpikir dengan baik ketika diberi waktu, tetapi hasilnya menurun saat harus terus mencocokkan atau memasukkan informasi dengan cepat.
WAIS secara langsung menunjukkan kinerja dalam situasi tes yang terstruktur. Menghubungkan perbedaan skor dengan riwayat perkembangan, perilaku selama tes, serta situasi nyata yang menyulitkan pekerjaan atau keseharian membantu memperjelas kondisi yang mendukung kemampuan dan kondisi yang menambah beban. Cara perbedaan skor IQ muncul dalam keseharian dibahas dalam hubungan profil IQ dan gangguan perkembangan.
Konsultasi dengan psikiater atau psikolog klinis yang berpengalaman menangani orang dewasa
Untuk membahas kemungkinan gangguan perkembangan, Anda dapat berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog klinis yang berpengalaman menangani orang dewasa. Psikiater berperan dalam diagnosis medis dan pemberian obat bila diperlukan, sedangkan psikolog klinis melakukan asesmen psikologis. Kedua peran ini dapat saling melengkapi. Konsultasi tersebut berbeda perannya dari layanan yang hanya memberikan tes WAIS atau tes IQ online untuk memahami diri.
Jika belum menemukan tempat konsultasi, direktori psikolog klinis IPK Indonesia menyediakan pencarian berdasarkan kota dan keahlian, termasuk “Dewasa” dan “Tes IQ”, untuk membantu menemukan psikolog klinis yang sesuai.