Dihitung dalam 3 tahap
Skor BrainTypeIQ disusun dalam 3 tahap: data jawaban → skor tugas → skor komposit.
| Tahap | Proses | Output |
|---|---|---|
| Step 1 | Menghitung skor mentah dari jawaban | Skor mentah tiap tugas |
| Step 2 | Mengubah skor mentah menjadi skor tugas | Skor 9 tugas pada skala IQ (rata-rata 100, SD 15) |
| Step 3 | Menghitung skor komposit dari skor tugas | 5 ranah, GAI, CPI, FSIQ |
Jawaban benar dan salah tidak langsung dijadikan IQ keseluruhan. Pertama, setiap tugas menghasilkan skor mentah. Skor itu diubah ke skala yang sama, lalu tugas yang terkait digabungkan menjadi skor komposit.
Step 1: dari jawaban ke skor mentah
Dari data jawaban tiap tugas, pertama-tama dihitung skor mentah atau raw score. Skor mentah tidak selalu sama dengan jumlah benar sederhana. Pengaruhnya dapat berbeda tergantung soal mana yang benar, karena tingkat kesulitan dan susunan soal ikut diperhitungkan.
Pada tugas yang mengukur kecepatan pemrosesan, seperti pencarian simbol, skor mentah dihitung dari jumlah benar dikurangi jumlah salah. Pada tes kecepatan, jawaban tebak-tebakan dapat menghasilkan benar secara kebetulan. Mengurangi jawaban salah membantu menekan skor yang berasal dari tebakan.
Pada tahap ini, skor belum bisa langsung dibandingkan antar-tugas. Kosakata, penalaran matriks, dan pencarian simbol memiliki jumlah soal, kesulitan, batas waktu, dan format jawaban yang berbeda. Karena itu, skor mentah belum menyamakan tingkat antar-tugas.
Step 2: mengubah skor mentah menjadi skor tugas
Berikutnya, skor mentah diubah ke skala bersama agar tugas yang berbeda dapat dibandingkan.
Karena tingkat kesulitan tiap tugas berbeda, posisi skor dapat berbeda walaupun jumlah benar sama. Konversi dilakukan dengan mempertimbangkan kesulitan tiap tugas, lalu disatukan ke skala IQ dengan rata-rata 100 dan simpangan baku 15. Dengan cara ini, skor tugas yang berbeda lebih mudah dibaca pada dasar yang sama.
Usia juga dipertimbangkan karena kemampuan kognitif dapat tampak berbeda menurut rentang usia. Misalnya, kecepatan pemrosesan lebih mudah dipengaruhi usia, sedangkan pemahaman verbal cenderung lebih bertahan. Karena makna skor mentah dapat berubah menurut kelompok usia, perbedaan ini disesuaikan.
Hubungan usia dan kemampuan kognitif: Inteligensi dan penuaan
Step 3: dari skor tugas ke skor komposit
Setelah skor tugas tersedia, tugas yang terkait dikelompokkan untuk menghitung skor komposit.
- Skor 5 ranah: melihat ranah Gc, Gf, Gv, Gwm, dan Gs
- GAI: dihitung dari tugas yang terkait dengan Gc, Gf, dan Gv
- CPI: dihitung dari tugas yang terkait dengan Gwm dan Gs
- FSIQ: dihitung dari seluruh tugas
Skor komposit bukan rata-rata sederhana dari skor tugas. Perhitungan memakai koreksi statistik yang mempertimbangkan korelasi antar-tugas.
Tugas yang mengukur kemampuan serupa cenderung bergerak bersama. Jika langsung dijumlahkan, informasi yang sama dapat terhitung dua kali. Koreksi ini memampatkan bagian yang tumpang tindih agar skor komposit lebih mudah membaca tingkat umum dan pola per ranah. Prinsip komposit seperti ini juga digunakan dalam tes inteligensi utama.
Skor dibaca sebagai profil, bukan angka tunggal
IQ keseluruhan berguna untuk melihat tingkat umum. Namun perbedaan antar-ranah dapat menjadi rata di dalamnya.
Pada IQ keseluruhan yang sama, makna hasil bisa berbeda antara orang dengan Gc lebih tinggi, Gf lebih tinggi, atau beban yang lebih besar pada Gwm dan Gs. Karena itu, BrainTypeIQ dibuat agar IQ keseluruhan dibaca bersama 5 ranah dan skor tugas.
Daripada memakai satu angka sebagai label pasti, hasil lebih mudah dipakai jika dilihat dari kondisi apa yang membuat kemampuan lebih mudah muncul dan kondisi apa yang membuat beban terasa lebih berat.